Berlagak Hedon Di TransMart Balikpapan

Sekali-kali, berlagak hedon di TransMart Balikpapan boleh juga.

Beberapa waktu lalu saya diutus oleh perusahaan tempat saya bekerja untuk terbang ke Balikpapan. Sebentar sih, cuma seminggu saja. Tujuannya hanya untuk menjenguk salah satu tim yang sedang bertugas di sana. Selain itu juga bisa dibilang bantu-bantu sedikit lah soal persiapan pembuatan Chart Of Account untuk dasar laporan keuangan klien perusahaan.

Nah, dalam kurun waktu satu pekan (yang tidak melewati weekend, catet) itulah, saya menyempatkan untuk main ke TransMart bersama teman saya yang kebetulan bekerja di BPJS dan ditempatkan di Palangkaraya tapi sedang ada urusan di Balikpapan.

Saya rasa refreshing ini boleh juga, mengingat sebelumnya saya tersesat dan hampir dikira teroris di Bandara Balikpapan yang besarnya bikin gumun. Lagipula, rugi rasanya kalau di Balikpapan cuma sekedar bolak-balik dari Kantor Klien ke Mess aja, sekalian mampir ke kota-nya lah. Biar agak gahol dikit.

Masalah yang muncul saat akan jalan-jalan malam hari itu adalah: saya sama sekali tidak punya kendaraan untuk jalan-jalan. Sebenarnya bisa sih meminjam kendaraan klien, tapi saya rasa terlalu beresiko. Lagipula saya sama sekali tidak paham Balikpapan, nanti kalau diculik orang lokal terus dipaksa kawin sama anaknya pak Lurah, gimana?

Terselamatkan Oleh Gojek

Disclaimer: ini bukan paid article. :p

Kebetulan saja saat itu yang kepikiran oleh saya adalah Gojek. Setelah mencoba-coba melihat tempat tujuan yang akan dituju dengan Gojek dan mengecek tarifnya berapa, saya pun memberanikan diri untuk memesan Gojek. Lumayan murah, hanya dengan 8.000 sudah cukup untuk berjalan sampai tempat tujuan saya. Waktu itu saya berangkat dari Rumah Sakit Angkatan Udara (kalau tidak salah) menuju ke Hotel dekat Bandara, karena kebetulan teman saya menginap di sana.

Dengan tarif semurah itu, si abang Gojek juga dengan penuh harga diri menolak saat saya akan membayar uang parkir. Luar biasa sekali bukan? Ah enggak ding, biasa aja.

Akhirnya setelah bertemu dengan teman saya, kami kebingungan, karena teman saya juga tidak paham jalan-jalan di Balikpapan dan tidak punya kendaraan. Mau pesan taksi, takut biayanya membengkak karena kami buta sama sekali jalan yang dilalui.

Di saat seperti ini, saya mencoba Go-Car, dan ternyata hasilnya tidak mengecewakan. Selain armadanya (ceileh, armada) banyak, tarifnya juga sudah jelas dan bisa dibilang lumayan cepat sampainya. Selain itu, abang-abang Go-Car nya juga ramah banget dan tidak segan untuk berbagi cerita soal Balikpapan yang menurut saya sangat menarik.

Dan alhamdulillah, bocah yang baru pertama kali ke Kalimantan ini bisa juga sampai di TransMart Balikpapan.

TransMart, sama aja kayak supermarket lainnya di Jawa, cuman kalau di sini ada tulisannya TRANSMART aja.

Ya, bisa dibilang tempat ini nggak spesial-spesial amat. Transmart isinya ya cuma barang dagangan macem-macem yang dijual dengan harga yang menurut orang Jawa seperti saya, tentu saja sangat mahal. Tapi ya nggak papa-lah, yang penting pengalamannya.

foto transmart balikpapan di malam hari
Pemandangan TransMart di malam hari dari tempat parkir. Iya, nggak ada bedanya terlalu jauh dibanding Carrefour di Pabelan, Sukoharjo sih.
foto transmart balikpapan dari dalam
Pemandangan TRANSMART Balikpapan dari dalam. Beneran, bedanya tuh ada tulisan TRANSMART-nya doang

Setelah muter-muter nggak jelas di TRANSMART sambil berharap ada syuting acaranya Trans (dan ternyata pas tidak ada), akhirnya saya dan teman saya memutuskan untuk mencari tempat makan.

Eh, tapi saat akan menuju foodcourt di lantai bawah, kami melihat papan petunjuk yang menarik perhatian kami: Trans Studio Mini.

Numpang foto-foto di TRANS STUDIO mini

Sebagai anak udik yang belum pernah ke Trans Studio, tentu saja saya langsung mengajak teman saya untuk ke atas. Tempat di mana Trans Studio Mini berada.

Dan di dalamnya…

Amazing! Banyak wahana-wahana yang sebenarnya bisa dipakai, tapi sudah tutup semua.

Iya, sepertinya kami datangnya kemalaman.

Tapi tak masalah, saya cukup menikmati pengalaman saya berada di Trans Studio Mini di Balikpapan ini. Dan layaknya manusia zaman post modern yang selalu terseret tren, saya harus menunaikan kewajiban saya: Foto-foto.

orang ganteng di trans studio mini balikpapan
Saya suka sekali dengan carousel di belakang saya itu. Berasa lagi di negeri dongeng.
orang ganteng di trans studio mini Balikpapan
Saya sudah tahan nafas, tapi perut saya merengsek maju. Saya merasa dihianati.

Yap, seperti yang terlihat. Menurut saya pada hakekatnya, TransMart Balikpapan bukanlah tempat yang ideal dihabiskan oleh para turis atau traveler yang tidak pernah ke Balikpapan. Karena sejatinya, tidak ada sisi khas dari tempat ini. Tapi bagi orang asli Balikpapan, TRANSMART adalah tempat nongkrong yang nikmat. Bisa untuk pacaran, bisa untuk main sama keluarga, bisa untuk mencari pasangan. Yang penting jangan lupakan untuk isi dompet setebal mungkin sebelum ke sini, karena kursinya kurang empuk. 🙂

Facebook Comments

About the Author

Sastranesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *