“Makan Minum Flying Noodle” Tempat Makan Hits Jogja yang Menyatukan Rasa dan Seni

Di zaman sekarang, tempat makan harus instagrammable kalau ingin cepat terkenal.

Menyebalkan memang, tapi itulah kenyataannya. Tempat makan yang nggak asik untuk difoto seringkali jarang dilirik oleh pelanggan baru. Kecuali tempat makannya sudah terkenal, dan rasanya enak sekali.

Dan bagi saya, Makan Minum Flying Noodle adalah salah satu tempat makan yang bisa mengaplikasikan prinsip itu dengan cukup baik.

Memadukan antara cita rasa yang enak dan estetika visual yang memanjakan mata, rumah makan ini lumayan menarik perhatian saya. Pertama kali melihatnya dari media sosial senior saya yang makan di sana bersama istri dan anaknya, saya langsung tertarik untuk mencoba.

Lokasinya yang tidak begitu jauh dari pusat keramaian Jogja juga menjadi salah satu alasan. Maklum, saya ini paling males kalau disuruh pergi jauh-jauh hanya untuk cari makan. Paling hobi makan burjo di dekat tempat tinggal, hehe.

Nah, basis makanan yang disajikan di Makan Minum Flying Noodle ini sendiri sebenarnya adalah chinese food yang selalu enak untuk dimakan. Ada banyak menu makanan yang bisa dinikmati di sini. Tapi yang paling utama adalah flying noodle itu sendiri. Mie yang bisa terbang. Nggak percaya? Lihat aja sendiri.

flying noodle
sumpitnya nggak ada yang megangin, tapi bisa di atas gitu, kan bikin penasaran jadinya.

Tapi yang menjadi nilai minus bagi saya di sini adalah harganya yang relatif mahal. Kurang lebih, untuk satu porsi kita harus merogoh kocek antara 15.000 sampai 20.000. Orang lain akan bilang itu murah, tapi saya kasih bocoran: harga segitu mahal untuk ukuran Jogja. Yakin deh. Percaya sama saya.

Hanya saja, sensasi dan pengalaman unik yang ada di warung makan ini menjadi sebuah nilai plus yang membuat saya cukup puas makan di sini. Meskipun, yah… saya cukup yakin untuk bilang bahwa saya tidak akan setiap hari makan di sini, hehe.

Maklum mantan anak kos, rasanya aneh kalau makan yang mahal-mahal. Angkringan dan burjo tetap jadi yang utama bagi saya, hehe.

Oke deh, saya coba perlihatkan kondisi di dalam warung yang menurut saya sangat nyeni ini kepada kawan-kawan semua. Yang jelas, saya harus bilang ini: coba makan di sini bro!

Warung Makan Minum Flying Noodle
Dindingnya dipenuhi lukisan mural yang memanjakan mata. Saya suka dinding yang warna-warni gini. Oh iya, abaikan poto mbak-mbaknya yang blur itu. Mereka curiga banget sama saya, dikira saya motoin mereka. Mentang-mentang jomblo ya gini.
Warung Makan Minum Flying Noodle Jogjakarta
Sayangnya atapnya pake galvalum, jadi kalau siang ya panasnya minta ampun. Bikin saya berharap ada mbak-mbak yang khilaf terus lepas baju saking panasnya.
Warung Makan Minum Flying Noodle Jogjakarta
Pemandangan dari pintu. Sambutan yang meriah, isn’t it?
Rahasia Flying Noodle Jogjakarta
Ini lho rahasia dibalik mie yang bisa terbang. Keajaiban wortel dan lobak. Sebenarnya pengen saya makan, tapi kayaknya mentah.