Warung Makan L’Cost Jogja, Tempat Makan (Agak) Murah yang Nyaman

Awal saya ke L’Cost, gara-gara saya dapat info dari teman kalau harga tehnya 500 rupiah doang. Wow!

Waktu itu bulan Ramadhan. Saya dan pacar habis jalan-jalan di daerah Babarsari untuk ngabuburit dan mencari tempat makan yang bisa disinggahi. Seperti biasa, karena referensi tempat makan saya sangat terbatas, dan pacar saya juga sama saja, (kami cuma tahun Burjo di sekitar kos kami masing-masing), maka kami menghabiskan waktu muter-muter tanpa tujuan.

Saat matahari sudah hampir tenggelam, dan sayup-sayup suara mic yang digeser mulai didengar, kami pun mulai panik. Akhirnya, saya memutuskan untuk mencoba warung makan legendaris yang dari dulu sudah saya dengar keberadaannya: L’Cost. Lebih tepatnya lagi L’Cost seafood sih.

Yah, namanya juga manusia serba pas-pasan, begitu denger sea food saya sudah malas untuk mencoba. Kenapa? Karena yang namanya sea food pasti mahal. Kalau sampai murah, mungkin waktu beli bahan baku, manajemen nawarnya agak keterlaluan ke nelayan yang jual. Takutnya nelayannya ngejual sambil nyumpahi aja ke makanannya. Kan nggak berkah jadinya.

Tapi karena sudah tidak ada pilihan lain, saya putuskan kita tetap nyobain L’Cost. Saat sampai di sana, menurut saya suasananya nggak jauh beda dengan waroeng SS dan sejenisnya. Bedanya cuma saya kebetulan waktu itu tidak lihat ada lesehan.

Dan namanya suasana mau berbuka puasa, pasti rame banget. Isinya kumpulan mahasiswa yang ngadain buka bersama sambil pamerin pasangannya masing-masing, segerombolan cewek-cewek cantik yang sepertinya memiliki masalah dengan pendengaran sehingga harus ngomong keras-keras, dan tentu saja, pasangan kere yang bingung mau milih makanan apa (itu kami). Hehe.

Menu di L’Cost ini terlihat menggoda juga. Ada udang goreng, jamur goreng, cumi saus tiram, dan berbagai macam makanan laut yang menggoda perut dan menonjok dompet lainnya. Pada akhirnya kami memilih menu (hampir) termurah. Biar sedikit ada harga dirinya, jadi tidak yang benar-benar paling murah.

Iya sih, harga minuman di sini memang murah. Tapi harga makanannya enggak. Kalau harga tehnya 500 rupiah, seharusnya bayangan saya harga makanannya juga setengah harga. Jadi nasi telor harganya cuma 3000 perak. Nasi ayam cuma 5000 perak. dan sebagainya. Tapi dunia tidak selalu bekerja seperti yang kamu inginkan, bukan?

Setelah itu kami menunggu.

Dan menunggu.

Adzan sudah berkumandang dari tadi.

Akhirnya menu datang juga. Dan kami makan, lalu setelah selesai makan, kami pulang untuk mengejar waktu sholat maghrib.

Alhamdulillah keturutan.

Oh iya, kenapa setelah menunggu makan dan pulang, cerita saya datar banget? Well, karena waktu itu pacar saya sedang marah sama saya. Ceritanya, gara-gara waktu nunggu makan kelamaan, kita jadi nggak ada kerjaan, lalu saling melihat hape. Lama-lama bosen lihat hape sendiri, kita saling melihat hape satu sama lain. Dan akhirnya, pacar ngeliat ada foto mantan di hape saya.

Setelah itu semuanya gelap. Saya tidak ingat apa-apa lagi.

Anyway, selamat hari minggu bro!

Penampakan pacar yang lagi marah. Pasang muka super jutek. Saking juteknya sampai kamera saya ketakutan dan nggak berani ngarah langsung ke dia.
Penampakan pacar yang lagi marah. Pasang muka super jutek. Saking juteknya sampai kamera saya ketakutan dan nggak berani ngarah langsung ke dia.
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *